Golongan Obat Anti Hipertensi

June 21, 2018 | Author: ola_87 | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

Download Golongan Obat Anti Hipertensi...

Description

GOLONGAN OBAT ANTI HIPERTENSI Simpatoplegik bloker

Diuretik 

HCT (proximal tubulus) Hydrochlorotiazide, Benzthiazide Chlorothiazide, Chlortalidone, Cyclopenthiazid, Indapamide, Metolazone, Trichlormethiazide, Tripamide

Central α agonist

Methyldopa Clonidine Moxonidine Rilmenidine

Post ganglionik  simpatetik  Neuro terminal bloker

Angiotensin antagonis

Adrenoreseptor bloker

Reserpine Alpha bloker Selektif  α1 bloker Prazosin Doxazosin Terazosin Bunazosin

Non selektif 

Fentolamin

Beta bloker   Selektif β1 bloker Aktiv.ISA Acebutolol Celiprolol

Loop of Henle Furosemid, Bumetanid, Torasemide, Piretanide Antagonist Aldosteron Spironolakton Penahan kalium Amiloride Diuretic osmotik  Manitol, Urea, Gliserin, Isosorbid

ACE inhibitor

Non selektif 

Alprenolol Carvedilol Labetolol Metipranolol Carteolol  Nadolol Oxprenolol Pindolol Sotalol Timolol Propanolol

Captopril Lisinopril Benazepril Delapril Fosinopril Benazepril Enalapril Moexipril Ramipril Trandolapril Quinapril Imidapril Perindopril

Angiotensin II Reseptor Antagonis

Losartan Candesartan Irbesartan Telmisartan Valsartan Eprosartan Olmesartan medoxomil

Calsium Antagonist

Dihidropiridin

Amlodipine  Nifedipine Barnidipine Benidipine Felodipine Isradipine Lacidipine Lercanidipine Manidipine  Nicardipine  Nisoldipine  Nitrendipine Benzothiazepine Diltiazem Phenylalkylami nes Verapamil Gallopamil

Non ISA Betaxolol Pindolol Esmolol Metoprolol Atenolol

Lain-lain

Direct Vasodilator

Hidralazine Minoksidil

 Nama Golongan Diuretik

 Nama Generik/ dagang Hidrochlor   Tiazid

Mekanisme Kerja Menghambat transport  bersama (symport) Na-Cl di tubulus distal ginjal  ekskresi  Na+ dan Clmeningkat

ADME A : cepat di GIT,  bioavailibility 65-70%, efek  muncul setelah 2 jam per oral, kadar puncak  setelah 4 jam, durasi 6-12  jam D : ikatan ke eritrosit, volume distribusi 0,8 l/kg, melewati  plasenta dan ke ASI, ikatan  protein 64% M: E : hampir  sempurna dieliminasi ginjal tanpa diubah Tidak efektif   pada creatinin clearence < 30 ml/menit T ½ 5-15 jam

Indikasi Hipertensi Edema,

Efek Samping

Interaksi

Dosis

BSO

Peringatan

Gangguan metabolik pada dosis tinggi Hiperglikemi & glukosuri pada DM Hiperurisemi  serangan GOUT Gangguan elektrolit  alkalosis hipokloremi, hipokalemi, hiponatremi, hipomagnesemi  mulut kering, haus, lemah, nyeri & keram  perut, kejang, oliguri, hipotensi, gangguan GIT Anorexia, iritasi gaster, mual, muntah, konstipasi, diare Hipersensitif  Kolestitis  jaundice,  pankreatitis, diskrasia darah, ulkus usus

Meningkatkan toksisitas digitalis, meningkatkan resiko aritmia pd obat yang memperpanjang QT interval seperti Astemizole, terfenadine, halofantrine,  primozide, meningkatkan kerja bloker  neuromuskular  seperti Atrakurium menimbulkan hipokalemi, Hipotensi ortostatik oleh alkohol,  barbiturat/opioid, Efek antihipertensi ↓ oleh kortikosteroid,  NSAID, carbenoxolone, efek nefrotoksik  oleh NSAID, Hiponatremi  bersama trimetroprim, carbamazepin Absorbsi menurun oleh colestiramin & coletipol CaCO3 + HCT  milk alkaly syndrome (hiperkalsemi, metabolik asidosis, gagal ginjal)

Dosis: per oral  pagi, untuk  Hipertensi awal : 12,5 mg, 25-50 mg/hari

Tablet 25, 50 mg

Gangguan cairan & elektrolit (tua) Gangguan hepar   berat, CHF, DM, Addison disease, hiperkalsemi, gangguan ginjal, SLE, porfiria, gout, hamil, laktasi

Untuk edema 25-100 mg, ↓ 25-50 mg/hari Anak 1-2 mg/kg/hari 1 atau 2x < 6 bulan 3 mg/kg/hari

Furosemide (Lasix, Furosix, Farsix)

Spironolakton

Loop diuretik yang A : membantu ekskresi  bioavailibility natium, klorida, 60% (berkurang kalium dan  bila bersamaan menghambat dengan makan, resorpsi air dan dan pada elektrolit dengan insuffisiensi aksi langsung pada  jantung kanan) ascending limb D : volume loop of henle distribusi 0,1 l/kg (pada bayi  baru lahir 0,8 l/kg), ikatan  protein 98% M : di hepar  10% E : 90% di ginjal utuh (terutama sekresi tubuler)

Diuretik hemat

A : diabsorbsi

Hipertensi, Edema  jantung, paru, ginjal, dan hepar 

Hipertensi,

Hiponatremi, hipovolemi, hipotensi, resiko tinggi tjd trombosis hipomagnesemi, hipokalsemi, hipokalemi (kadang terjadi alkalosis hipokloremi), urea & asam urat, gangguan GIT,  pankreatitis, ikterus, Konsentrasi  plasma > 25 µ g/ml  kesulitan mendengar  karena gangguan telinga dalam& tinnitus (terutama IV cepat) Fotosensibilitas, urtikaria, dermatitis exfoliata, eritema multiforme  dosis tinggi pada insuffisiensi ginjal Jarang : trombositopeni, agranulositosis Pada kehamilan akhir : ototoksik  dan alkalosis hipokalemi bagi fetus, ↓ & hambatan laktasi

Hiperkalemi

toksisitas dan nefrotoksisitas dari aminoglikosida efek nefrotoksik  dari sefalosporin efek antikoagulan oral karena  pendesakan dari ikatannya dengan  protein plasma Hipokalemi memperkuat efek  dari glikosida digitalis dan efek  curare Retensi litium  konsentrasi Memperkuat efek  teofilin, antihipertensi lain Pengurangan sekresi furosemide tubuler   pada pemberian  bersama probenecid Pelemahan efek   pada pemberian  bersama  phenobarbital,  phenytoin

Dosis: per oral dewasa, usia tua , inisial 2080 mg/dosis. Anak 1-6 mg/kg/hari dibagi 3-4 dosis. IV/IM dewasa, usia tua 20-40 mg/dosis, Anak 1-2 mg/kg/dosis 24 x/hari, neonatus 1-2 mg/kg/dosis 12 x/hari. Infus IV dewasa,usia tua bolus 0,1 mg/kg diikuti infus 0,1 mg/kg/jam dapat ditingkatkan 2x lipat tiap 2  jam, maksimal 0,4 mg/kg/jam. Anak 0,05 mg/kg/hari

Tablet 40 mg, ampul 20 mg/2ml, lar infus 250 mg/25 ml

Hamil, laktasi, DM, gout, ggn keseimbangan elektrolit & cairan tubuh, ggn  berkemih, ggn fs.hati, SLE, BPH, pre koma  pada sirosis hepatis, ggn ginjal

Tablet 25 mg,

Ggn fungsi

Edema : PO awal 20-80 mg tunggal dpt s/d 600 mg/hari kecuali gagal ginjal Anak 1-2 mg/kg tunggal IV/IM dws awal 20-40 mg tunggal Anak 1 mg/kg maks 6 mg/kg

↓ efek diuretik bila

Dosis peroral

Central Alfa Agonist

(Aldactone, Spirolacton)

kalium yang mempengaruhi reabsorbsi natrium dengan secara kompetitif  menginhibisi aktivitas aldoteron di tubulus distalis, yang menstimulasi ekskresi natrium dan air serta meningkatkan retensi kalium

 baik di GIT,  bioavailibility 70%, absorbsi ditingkatkan oleh makanan D : Vd 0,05 l/kg Ikatan protein  plasma > 98% M : menjadi cantreonat yang aktif dan metabolit lain di hepar  E: T ½ : 1,5 jam

Edema

Metildopa (Dopamet, Medopa)

Kerja sentral, mengalami decarboxylasi di CNS menjadi α metilnoradrenalin  stimulasi α 2 adrenoseptor   penurunan tonue simpatis dan tekanan darah

A : bervariasi dan inkomplete  bioavailibility 50% D : Vd 0,4 l/kg, ikatan protein 10% melewati  blood brain  barrier  M : di dinding usus dan hepar  terutama menjadi metabolit yang  bersifat farmakolofik  aktif ringan yaitu methyldopa-Osulfat

Hipertensi (pilihan utama pada kehamilan)

(pada fungsi ginjal terganggu) Hiponatremi, dehidrasi, hiperkalsiuri, eskresi magnesium  berkurang, asidosis hiperkloremik   pada sirosis hepatis dekompensata Libido ↓, impoten, ginekomasti, gangguan menstruasi (efek  anti androgen) Gangguan GIT Sakit kepala, mengantuk, kebingungan,  jarang : ataksia, urtikaria Mengantuk, sedatif, sakit kepala, nervositas,  parestesi,  parkinsonoid,  jarang : parese fasialis, chore, halusinasi, depresi, psikosis Hipotensi ortostatik, pusing, lemah, bradikardi s/d serangan angina pectoris & carotis-sinus syndrome Retensi Na & air, edema perifer,  berat badan

 bersamaan dengan asam asetilsalisilat, bahaya hiperkalemi  bersama kaptopril, ↓ litium-clearence renal, Mengurangi reaksi jaringan terhadap noradrenalin konsentrasi digoksin karena hambatan sekresi tubuler pada ginjal ↓ efek  carbenoxolon

dewasa 100200 mg/hari, Anak 3 mg/kg/hari

100 mg

Ginjal, laktasi, hamil, anastesi, tua, gangguan fungsi Hepar, DM, asidosis

Memperkuat efek   penurunan tekanan darah bersama β  bloker, CCB, vasodilator, diuretik  Penguatan sedasi oleh obat penekan saraf pusat yang lain dan alkohol ↓ efek penurun tekanan darah oleh antidepresan trisiklik dan α  bloker, pada terapi sebelumnya dgn reserpin dan MAO inhibitor  Bersama MAO

Dosis: Dewasa awal 125-250 mg/hari (malam) dosis dpt dinaikkan max 3 gr/hari 3x/hari Anak : dosis awal 10 mg/kg/hari 24x/hari max 65 mg/kg atau 3 gr/hari

Ta bl et 2 50 m g

P en yak it h at i, gangguan mental, disfungsi ginjal  berat, laktasi

E : di ginjal  bentuk utuh dan metabolitnya T ½ : 2 jam

 bertambah Mulut kering,  pembengkakan mukosa hidung, luka pada lidah (glossophytie) Libido ↓, hiperprolaktinemi a, ginekomasti, laktasi, amenore Mual, muntah, mencret/obstipasi , jarang :  pankreatitis, sialodenitis Sering : gangguan hati ringan, kadang dengan demam, hepatitis akut (dan juga kronis) atau kolestasis Exantema, gatal, eosinofilia, demam, sindrom mirip SLE, miokarditis,  perikarditis Coombs tes (+) (10-20%) dgn gangguan reaksi silang sebelum transfusi, anemia hemolitik (5%),  jarang : leukopeni, granulositopeni, trombopeni reversibel, depresi sutul ANA, sel LE, faktor Rheuma (+), sakit otot dan sendi,  pembengkakan

inhibitor  krisis hipertensi berat Reaksi hipertensi  paradoksal setelah  bersama  propanolol toksisitas lithium (berkurangnya ekskresi) dan haloperidol Mengantagonis efek levodopa Diagnosa palsu  pheocromacytoma (keliru mengukur  katekolamin dalam urin)

sendi Clonidine (Catapres)

Efek sentral menurunkan tonus simpatis  menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, serta denyut jantung. stimulasi α 2 adrenoseptor dan reseptor  imidazoline sentral. (efek  simphatethic outflow)

A : baik di GIT, kadar puncak  setelah 3-5 jam,  bioavailibility 75%, efek  muncul setelah 30-60 menit, durasi 8 jam D : Vd 2 l/kg, ikatan protein 20-40% M : 50% di hepar  E : 40-60% utuh lewat ginjal, 20% lewat feses melalui sirkulasi enterohepatic T ½ : 6-24 jam

Hipertensi Amp : krisis hipertensi

Mulut kering,  pembengkakan mukosa hidung,  parotis dan mata kering Mengantuk, sedasi, tidak bisa tidur, penekanan dari fase tidur  REM, halusinasi, takut, depresi Pusing, kolaps, hipotensi ortostatik sbg tanda kelebihan dosis Sinus bradikardi, gangguan  penghantaran AV Retensi Na & air  dengan hilangnya efek  antihipertensi dari clonidin Hiperglikemi krn ↓ pembebasan insulin Ginekomasti (jarang), “Rebound Phenomenon”  tensi, nervositas, sakit kepala, gemetar, mual Pada kelebihan dosis atau IV cepat  stimulasi α 2 reseptor   perifer  vasokonstriksi & TD Jarang : Raynaud

Memperkuat efek   penurunan tekanan darah bersama β  bloker, CCB, vasodilator, diuretik  Penguatan sedasi oleh obat penekan saraf pusat yang lain dan alkohol ↓ efek penurun tekanan darah oleh antidepresan trisiklik dan α  bloker  bradikardi & AV  blok oleh glikosida digitalis & β  bloker  Memperbanyak  sekresi STH (somatotrophormo n), menekan  pelepasan dari katekolamin dan aldosteron, mengurangi aktifitas renin  plasma dan mempengaruhi efek dari obat 2 yang bekerja pada sistem ini

Dosis: per oral awal dgn 0,075-0,15 mg/hari (malam), hipertensi berat dapat dinaikkan s/d 0,3 mg/hari 3x/hari IV 0,2 mcg/kg/menit infus IV dgn kecepatan tdk  lebih 0,5 mcg/kg/menit max 0,15 mcg/ infus bila perlu dpt 4x/hari

Tablet : 0,075; 0,15 mg Inj : 0,15 mg/ml

Ggn ritme & konduksi AV, ggn ginjal, ggn perfusi otak dan perifer, depresi,  polineuropati, konstipasi, ggn mengemudi atau mengoperasikan mesin,  penghentian obat tiba-tiba. Hamil laktasi

 phenomenon,  parastesi, parotis terasa sakit, exantema, gatal, urtikaria, alopesia, edema angineuritik 

Post ganglionik  simpatetik   Neuro terminal  bloker 

Reserpine (Resapin, Serpasil)

Selektif α1  bloker 

Prazosin (Minipress)

Mengurangi A: onset lambat katekolamin dan 5- dan efek  hydroxytryptamine  perlahan di banyak organ Bioavaibilty50 termasuk otak dan % IV medulla adrenal. D: protein (menghambat  binding 96%,  proses dapat melewati  penyimpanan/upta  plasenta dan ke0 katekolamin didapatkan di (epinefrin & air susu norepinefrin) ke M: dlm vesikel E: melalui urine Depresi fungsi dan feses saraf simpatis T1/2 33 jam sehingga menurunkan heart rate dan menurunkan tekanan darah arterial Antagonis A: diabsorpsi adrenergic α 1 dari usus 80%  perifer-> D: Po: Bioav: mendilatasi arteri 50 %, & vena ik.potein : 90%,tersebar  luas dlm  jar.tubuh, melintasi  plasenta, BBB, & ASI M: sebag.dimetab dihati E: urin(prop.

Hipertensi Psychiatric disorder 

Mengantuk,  Non selective depresi, lethargi, MAOIs: reaksi hidung tersumbat, hipertensi mulut kering, Adrenaline: gangguan GI, meningkatkan diare, perdarahan, sensitivitas nafsu makan adrenalin meningkat, Ephedrine: edema, menurunkan efek  impotensi, reserpine galaktore, HCT dan ginekomastia antihipertensi lain: Dosis tinggi  potensiasi  parkinsonisme, hipotensi edema serebral, gangguan  postural, purpura.

Dosis Dws awal 0,5 mg/hr  kemudian 1-2 mgu 0,1-0,25 mg/hr 

Tablet 0,1 mg & 0,25 mg

Depresi Parkinson Epilepsi Feokromositoma Ulkus peptikum Kolitis ulserative MAOI Hamil Laktasi

HT & HT dengan CHF

Hipotensi (postural) pada  pemberian  pertama mendadak & hebat. Kekurangan Na (sering akibat diet/Tx diuretic  pd Px HT). jg  bisa tjd edema, mulut kering, kongesti, sakit kepala, mimpi  buruk, disfungsi

Dosis mulamula 3x/hr, dosis dpt ditingkatkan hg 20 mg dlm dosis terbagi.

Prazosin HCL:Tab 1mg

Ibu hamil& menyusui

Fenobarbital (luminal) memperpendek  T1/2 prazosin Efek hipotensi  prazosin dpt ditingkatkan jika diberikan bersama anti HT yg lain

 bebas, konj,& metabolit,), 14%(tinja) T ½ 2-3 jam

Selektif β1  bloker 

Bisoprolol (Concor, Maintate)

Anti hipertensi yg memblok  adrenerguk  reseptor β1 pada  jaringan jantung Efek: memperlambat denyut jantung sinus dan menurunkan tek. darah

A: baik diserap dari GIT D: protein  binding 25-33% M: di hepar  E: melalui urine T ½ 9-12 jam (meningkat pd gagal ginjal)

Hipertensi

seksual & letargi Efek sentral (rasa kantuk, halusinasi, depresi), ggn lambung-usus, Rx kulit (gatal-gatal, ruam, kesemutan). HDL↑, LDL &TG↓. Penggunaan lamatoleransi Frequent: Hipotensi-pusing, mual, sakit kepala, akral dingin, lemas, konstipasi atau diare Occasional: Insomnia, Flatulence, sering kencing, impotensi atau  penurunan libido Jarang Rash, nyeri sendi dan otot, hilang nafsu makan

Adenosin:  bradikardi Α1 adrenergik  reseptor: membatasi potensi dosis pertama Amiodarone: meningkatkan efek   bradikardi  bisoprolol Antidiabetic: mengurangi efek  hipoglikemi Barbiturat: membatasi metabolisme  bisoprolol Cimetidin: meningkatkan level  plasma β bloker  Clonidin: rebound hipertensi Cocaine: Vasokonstriksi koroner  Digoxin, digitoxin:  bradikardia  potensiasi,  perpanjangan waktu konduksi atriventricular  Dypiridamol:

Dosis: Hipertensi Dewasa, awal 5 mg/hr dapat ditingkatkan 20 mg/hr  Org tua Awal 2.5-5 mg/hr dapat ditingkatkan 2,5-5 mg/hr  Max. 20 mg/hr 

Ttab selaput salut .2,5, 5 mg

Gangguan ginjal dan hati,  bronkospasme,D M

Selektif β1  bloker non ISA

Atenolol (Betablok, Beta Adalat, Tenblok, Tenormin)

Memblok res. Adr.β1, ↓frek.jantung& curah jantung ↓pelepasan rennin. Efek   bronkokontriksi kurang disbanding zat yg berikatan dgn res.β2

A: Po.±50% Tx awal yg dosis diserap dr   baik u/HT sal.cerna ringan & D: ke seluruh sedang,  jaringan,penetra angina si ke otak buruk   pectoris (efek  akibat SSP>sedikit). arterioskleros M: tidak/sedikit is primer  dimetabolisme di hati. E:urin, dlm  bentuk tdk  dimetab. Turunkan dosis  pd disfungsi ginjal T ½ 6-7 jam

Lebih jauh menekan gagal  jantung, depresi & sedasi SSP Ggn sal.cerna, nafas, CNS, trigliserida serum meningkat,  pruritus, hipoglikemia

 Non selektif β1  bloker 

Propranolol (Farmadral, Inderal)

Memblok reseptor  β1 dan β2, ↓frekuensi jantung & curah jantung, ↓pelepasan rennin. Bronkokontriksi mll antag.res β2

A: diabsorbsi  baik di GIT D: ikatan  protein 93%, didistribusi luas M: di hepar  E: terutama melalui urine T ½ 3-5 jam

Hiprtensi, antiaritmia,  profilaksis migren

Captopril (Farmoten, Tensicap,

Gol ACE inhibitor  yang menekan sistem angiotensi-

A: cepat diabsorbsi di GIT

Hipertensi CHF Post MI,

Sal.cerna: mual muntah, diare, konstipasi, kembung, keram abdomen, xerostomia Karvas:palpitasi,  bradikardi yg  parah, blok    jantung A-V, henti jantung, hipotensi Pernafasan: dispnea, laringospasme,  bronkuspasme SSP: konfusi, agitasi, pusing, vertigo, sinkop Batuk kering, stomatitis, ruam,  pruritus, demam,

Angiotensin Converting Enzyme

additive bradikardi  NSAID: menurunkan efek  antihipertensi Semua β bloker dpt ↑ efek digoksin & lidokain

Dosis: 50-100 mg/hr  HT: 50mg/hr, ditingkatkan stlh 1 mg mjd 100 mg/hr, jika dpt angina 100 mg/hr dosis tunggal atau dosis bagi.

Paten: 50 mg,100 KI: diabetes berat, mg  bradikardi, blok   jantung parsial, gagal jantung, asma, emfisema.

Simetidin, quinidin, quinolon, Ca kanal bloker  meningkatkan konsentrasi  propanolol, α1  bloker potensial meningkatkan respon dosis  pertama

Dosis:antiangi na oral dws 34x10 mg dpt dinaikkan  bertahap 3-7 hr.antiaritmia dws 4x10-20 mg Anak-anak 0.51 mg/kg dibagi 3-4 dosis, u/ mencegah takikardi supraventrikel Anti HT dws:2x40 mg, dpt ↑120-240 mg/hr 

Paten:Tab10mg; 40 mg

Penghentian medadak  rebound HT & takikardia↑resi ko strok, angina, aritmia & infark 

Diuretik dan antihipertens lain: meningkatkan efek 

Dosis: Awal 12,5-25 mg/23x/hr dapat

Tablet 12,5 mg dan 25 mg, 50 mg

Angioedema Hamil laktasi

Lotensin)

Inhibitor  (ACE-I)

Angiotensin II Reseptor  Antagonis

Lisinopril (Noperten, Interpril, Linoxal)

Losartan (Acetensa, Sartaxal, Angioten)

aldosteron dan menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II Menurunkan kadar  angiotensin II, meningkatkan aktivitas renin, dan menurunkan sekresi aldosteron. Menurunkan tahanan perifer  Dgradasi  bradikinin dihambat Gol ACE inhibitor  yang menekan sistem angiotensialdosteron dan menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II Menurunkan kadar  angiotensin II, meningkatkan aktivitas renin, dan menurunkan sekresi aldosteron. Menurunkan tahanan perifer  Degradasi  badikinin dihambat Menghambat sekresi aldosteron, hipoproliferasi ot. Polos, efek  kardioprotektif   blok Ang II (AT1) reseptor pd system karvas & renal

D: protein  binding 25-30% M: di hepar  E: melalui urine T ½ < 3 jam

impaired liver  function Diabetic nephropathy  prevention of  kidney failure

A: tidak  Hipertensi sempurna dari Post MI GI & lambat Renal Peak 7 jam impairment D: protein Terapi  binding 25% tambahan M:  pada CHF E: melalui urine dlm bentuk utuh T ½ 12 jam

A:absorpsi di usus baik, tetapi BA 33%, FPE  besar. po:  puncak3-4  jam,respon  puncak 6 jam, Bioav po 2535%. 30 Atrial mnt PO fibrilasi D: protein Paroxymal  binding 70-80% supraventricu M: di hepar  lae melalui enzim tachycardia cytochrome P450 Bioavaibilias 40-65%. Metabolit utama diltiazem adalah desasetildiltiaze m yang aktif, mempunyai efek  vasodilatasi separuh diltiazem E: Eksresi IV 3,4 jam, ER 4 -9  jam, dan IR 34,5 jam. Sekitar  2%-4% tidak  mengalami  perubahan saat dieksresi dalam urine T ½ 3-8 jam

first-degree AV  block, angina, aritmia, AV block  (second- or thirddegree), bundle  branch block, CHF, ECG abnormal, hipotensi,  palpitasi, sincope, tachycardia, ventricular  extrasystoles, edema perifer, asystole, dan MI, Dizziness (6%), sakit kepala, fatigue, depressi, hallusinasi, insomnia, tremor, gejala extrapiramidal  Nausea, vomiting, anorexia, konstipasi, diare, mulut kering, haus, abdominal discomfort, kram, dyspepsia, dan gingival hyperplasia., Albuminuria, crystalluria, hyperuricemia, impotensi, nocturia,  polyuria, gynecomastia, Hyperglycemia,  penambahan  berat badan, kram otot, nyeri pada  persendian.,  batuk dan

Cimetidine: maningkatkan konsentrasi diltiazem Digoksin, carbamazepin: meningkatkan konsentrasi obat di atas Rifampin: menurunkan konsentrasi diltiazem

acting: Angina: L A : 180 mg 1x/hr. Hipertensi: CD atau L A atau  XR : 180-240 mg 1x/hr   Diltiazem SR : 60-120 mg 2x/hr  Short-acting: Angina: 30 mg 3x perhari. Injeksi: Arrimia LD 0,25 mg/kg 2 mnt MD 10 mg/jam

Diltiazem tablet syndrome tanpa 30mg, 60mg.  pace maker  Patent Second or third kaplet SR 240 degree AV block  mg kapsul SR 90 Hipotensi (sistolik  mg; kapsul SR  < 90 mmHg) 180 mg; kapsul Hipersensitif  CD 100 mg; terhadap kapsul CD 200 diltiazem mg; injeksi vial 5 Infark miokard mg/mL x 5 mL, akut ampul 10 mg; 50 mg

dyspneu

View more...

Comments

Copyright © 2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF